Hati-hati dengan Nomor 2!!

Belakangan ini, kita sering mendengar berita tentang kasus robohnya rangka atap baja ringan. Kondisi ini membuat sebagian orang mulai meragukan kekuatan dan keamanan baja ringan sebagai material utama rangka atap rumah. Padahal, baja ringan telah memiliki standarisasi nasional yang menjamin kualitas dan keamanannya. Lalu, kenapa masih saja terjadi kasus atap baja ringan roboh?
Berdasarkan pengalaman Alfatih Steel sebagai penyedia jasa pemasangan rangka atap baja ringan terpercaya di Jogja, berikut ini adalah 3 hal yang paling sering menjadi penyebab rangka atap baja ringan roboh:
[Gambar Tukang tanpa seragam pasang baja ringan (jangan kelihatan wajah/muka diblur)]
Baja ringan memang tergolong mudah dipasang, namun bukan berarti bisa dipasang oleh siapa saja tanpa keahlian khusus. Banyak tukang biasa yang merasa mampu memasang baja ringan dan akhirnya membuka jasa pemasangan. Sayangnya, mereka tidak memahami struktur khusus rangka baja ringan. Akibatnya, pemasangan asal-asalan membuat struktur lemah dan rentan roboh. Hal ini jugalah yang membuat beberapa perusahaan baja ringan ternama di Indonesia melakukan pelatihan dan sertifikasi teknisi baja ringan agar semakin banyak teknisi atau tukang yang kompeten, sehingga dapat meminimalisir kasus ambruknya rangka atap baja ringan karena tukang yang tidak kompeten.
[Gambar material baja ringan]
Inilah yang sering tidak disadari banyak orang. Demi menekan biaya, baik pihak owner maupun vendor proyek kadang mengurangi jumlah material yang seharusnya digunakan. Bahkan ada yang sengaja menekan spesifikasi demi harga murah. Padahal, struktur baja ringan sangat bergantung pada jumlah dan kualitas materialnya. Jika jumlah bahan dikurangi, kekuatan struktur bisa sangat berkurang dan tentunya membahayakan. Jadi, agar rangka atap baja ringan kuat, jumlah material baja ringan harus sesuai dengan kebutuhan struktur yang sesuai standar agar kuat dan aman. Pastikan juga memilih jasa atau vendor pemasangan rangka atap baja ringan yang jujur, amanah, dan profesional.
[Gambar Struktur baja ringan salah]
Untuk kanal C, standar minimal ketebalan yang aman adalah 0,75 mm. Jika dibawah ketebalan itu, tentunya tidak sesuai standar ya. Selain itu, pemilihan genteng juga mempengaruhi struktur. Jadi, sebelum memasang rangka atap baja ringan, tentukan terlebih dulu genteng apa yang akan dipakai. Beda genteng pasti beda juga juga jarak kuda-kudanya. Genteng beton jelas membutuhkan jarak kuda-kuda yang lebih rapet atau pendek dibandingkan genteng metal pasir. Jika hal ini tidak diperhatikan, atau memasang struktur rangka atap baja ringan tidak sesuai dengan bebannya, pasti akan sangat membahayakan. Pastikan anda memilih jasa pemasangan yang paham tentang hal ini ya!
Jika Anda berencana memasang rangka atap baja ringan, pastikan Anda memilih jasa yang benar-benar kompeten, profesional, dan berpengalaman. Jangan ambil risiko hanya karena ingin harga murah!
[Screenshot Profil Alfatih Steel Google Map Beserta Rating Googlenya]
Jika anda sedang mencari Jasa Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan di wilayah Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan sekitarnya, Alfatih Steel adalah pilihan terbaik. Alfatih Steel memiliki reputasi yang sangat baik di dunia konstruksi baja ringan. Hal ini terbukti dari rating Google yang tinggi serta banyaknya ulasan positif dari pelanggan yang puas dengan hasil pekerjaan kami.
[Gambar Tim Alfatih Steel di Lapangan]
Jangan ragu untuk mempercayakan pemasangan Rangka Atap Baja Ringan Anda kepada Alfatih Steel. Hubungi kami sekarang juga untuk konsultasi secara gratis dan dapatkan penawaran terbaik.
📍 Layanan Area: Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Solo
📞 Konsultasi Gratis: 0852 2955 2782 (WhatsApp)
Spesialis Konstruksi Baja Ringan, Kanopi, Gypsum/PVC